A.JUDUL
“PEMANFATAN RUMPUT LIAR PEGAGAN (Centella asiatica) SEBAGAI OLAHAN TEMPE, TEH DAN ICE CREAM (PRODUK ANDALAN OLAHAN RUMPUT PEGAGAN) YANG KAYA GIZI DAN MENYEHATKAN”
Oleh
Ahmad Daud Alamsyah
Usulan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan
Dirjen DIKTI Jakarta
B. LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan Negara megabiodiversity, yaitu Negara yang kaya akan keanekaragaman hayatinya. Tidak heran jika di Indonesia banyak dijumpai berbagai macam tumbuhan yang hanya dapat ditemui di Negara kita. Bahkan 45% keanekaragaman hayati dunia ada di Indonesia, atau sekitar 38.000 ribu jenis tumbuhan ada di Indonesia (LIPI, 2010).
Dari banyaknya jenis tumbahan yang ada di Negara kita, banyak jenis tumbuhan liar yang sering kita abaikan, bahkan tidak kita manfatkan sama sekali. Salah satu jenis tumbuhan liar tersebut adalah jenis rumput-rumputan. Memang banyak jenis rumput liar yang sering kita temukan di sekitar kita, misalnya rumput teki, rumput gajah, rumput kekawatan, rumput jepang, rumput semak, rumput bebandotan dan lain-lain. Tetapi tahukah kita ada satu jenis tumbuhan berupa rumput liar yang mempunyai segudang khasiat dan manfaat, bahkan jika rumput ini kita olah dengan maksimal akan menghasilkan produk hasil olahan yang multi inovasi. Rumput liar tersebut adalah Rumput Pegagan.
Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, serta pematang sawah. Tanaman ini berasal dari daerah Asia tropik, tersebar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat Cina, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan antanan. Sejak zaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk obat kulit, gangguan saraf dan memperbaiki peredaran darah. Masyarakat Jawa Barat mengenal tanaman ini sebagai salah satu tanaman untuk lalapan (Wikipedia Indonesia, 2010).
Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri, banyak ditumbuhi oleh rumput yang kaya akan manfaat ini. Hal ini dikarenakan Sumsel memiliki curah hujan yang merata sepanjang tahun, sehingga bisa membuat rumput liar pegagan ini dapat tumbuh dengan baik di daerah Sumsel. Tentu ini merupakan sesuatu yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai ladang usaha yang berorientasi pada profit atau keuntungan.
Apalagi jika kita melihat kondisi produk-produk berupa makanan yang ada di Indonesia saat ini banyak sekali mengandung bahan kimia, seperti pemanis buatan, pewarna dan pengawet. Tentu panganan ini sangat tidak baik bagi kesehatan kita baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang. Sehingga saat ini kita butuh olahan produk yang kaya akan gizi dan menyehatkan.
Pegagan yang simplisianya dikenal dengan sebutan Centella Herba memiliki kandungan senyawa triterpenoida yaitu Asiatic acid, Madaciatic acid, Asiaticoside, Madecassoside; dan senyawa-senyawa polyacetylene, kaempferol, quercetin, myo-inositol, vellarine, asam amino, dan resins. Selain itu juga terkandung B-Karioneta, B-Kariofilen, B-Elemena, B-Farnesen, B-Sitosterol, thankuniside, isothankuniside, brahmoside, Asam Elaiodat brahmic acid, brahminoside, meso-inositol, centelloside, carotenoids, saponin, hydrocotyline, tannin, zat samak, serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi (Bengkulen, 2009).
Jadi jika kita melihat segudang manfaat dan banyaknya ketersediaan dari rumput liar pegagan di Sumsel, maka dengan sedikit sentuhan kreativitas dalam hal pengelolaan rumput liar pegagan, tentu ini akan menjadi peluang usaha yang bisa berkelanjutan serta dapat menambah keanekaragaman kuliner di Indonesia pada umumnya dan Sumsel pada khususnya. Produk utama olahan dari rumput pegagan yang kami tawarkan adalah olahan tempe dari rumput pegagan, teh rumput pegagan dan ice cream rumput pegagan.
C. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan masalahnya adalah “apakah wirausaha produk olahan utama dari rumput pegagan berupa tempe pegagan, teh pegagan dan ice cream pegagan dapat menjadi peluang usaha yang komersial dan memiliki keberlanjutan?” sehingga usaha ini diharapkan dapat bersaing dengan produk-produk yang mengandung bahan kimia seperti pengawet yang sekarang menjamur di Negara kita Indonesia.
D. TUJUAN KEGIATAN
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah :
· Menciptakan usaha yang mampu menambah kreasi kuliner dari olahan rumput liar pegagan dan mampu menyaingi olahan produk yang mengandung bahan kimia.
· Dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar seperti karyawan rumah produksi pembuatan inovasi produk dari rumput liar pegagan dan sebagai penghasilan tambahan bagi para para pelaku kegiatan.
· Mengajak masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi rumput liar pegagan, yang nantinya akan muncul panganan baru dari olahan rumput pegagan ini.
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Adapun luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah :
· Mampu menciptakan usaha yang berorientasi pada inovasi pengolaan pangan dari rumput liar pegagan yang memiliki segudang manfaat dengan harga terjangkau bagi masyarakat umum.
· Dapat memberikan informasi tentang pemanfaatan rumput liar pegagan serta dikembangkan sebagai panganan produk yang dapat di inovasi oleh masyarakat.
F. KEGUNAAN PROGRAM
Adapun kegunaan program ini adalah :
· Menciptakan produk alternatif dengan memanfaatkan sumber daya hayati yang ada.
· Menumbuhkan jiwa entrepreneurship dan budaya berwirausaha.
· Memperoleh penghasilan dari usaha produk olahan rumput liar pegagan.
· Memberikan peluang bagi masyarakat untuk dapat lebih berkreativitas dalam hal mengembangkan produk olahan dari rumput liar pegagan.
G.GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
1. Identitas Usaha
a. Nama Usaha
Kegiatan usaha ini kami beri nama “Rumput Pegagan Home Industry”.
b. Lokasi Usaha dan Pemasaran
Usaha akan dibangun dikawasan Kel. Timbangan Kec. Indralaya Utara ± 2 Km dari kampus Universitas Sriwijaya Indralaya. Kawasan ini merupakan kawasan yang strategis karena tempat tersebut merupakan tempat persinggahan bagi orang-orang yag ingin pergi ke kota Palembang, Prabumulih, Pagaralam, Lahat, Muara Enim dan Kayuagumg. Belum lagi di kawasan ini adalah tempat pusat pemukiman masyarakat sekitar dan kost-kostan bagi mahasiswa Universitas Sriwijaya dan dekat dengan pasar tradisonal Indralaya.
c. Jumlah Pengelola
Pengelola berjumlah 4 (empat) orang yang berasal dari latar belakang jurusan yang berbeda yaitu 1 (satu) orang dari Penyulahan dan Komunikasi Pertanian, 2 (dua) orang dari jurusan Agroekoteknologi dan 1 (satu) orang dari jurusan Teknologi Pertanian. Untuk memberikan kelancaran dalam menajemen usaha, maka setiap orang akan mendapatkan tugas-tugas sesuai dengan kebutuhan usaha dan akan dibantu oleh 2 (dua) orang karyawan yang akan bekerja.
2. Aspek Pasar dan Proses Bisnis
a. Segmen Pasar
Segmen pasar ditujukan pada masyarakat umum dan mahasiswa yang berada disekitar kawasan usaha, tidak hanya sebatas kawasan usaha jika usaha ini berkembang maka kami akan memperluas jaringan pemasaran hingga ke luar kota bahkan membuat cabang. Kota-kota targetan kami adalah Palembang, Kayuagung, Prabumulih, Lubuklinggau dan Provinsi Bengkulu serta jambi. Hal ini sangat memungkinkan karena kota-kota dan provinsi tersebut dekat dengan pusat produksi.
b. Proses Bisnis
Untuk awal pembukaan usaha, jenis olahan produk yang kami tawarkan berupa tempe pegagan, teh pegagan dan ice cream pegagan. Seiring dengan berlanjutnya usaha maka kami akan mencoba membuat olahan baru seperti keripik pegagan dan aneka produk obat herbal dari pegagan. Artinya, jika usaha telah berkembang pengelola dapat membuka cabang usaha “Rumput Pegagan Home Industry” kedaerah pemasaran lain yang telah kami rencankan sejak awal.
Karena usaha ini sudah skala home industry maka pengelolaan proses bisnis sendiri akan kami terapkan sistem pengorganisasian, yang tujuannya agar pengelola dapat fokus dengan lini kerjanya masing-masing. Dimana, struktur organisasi yang kami buat yaitu :
Pembagian keuntungan usaha dilakukan dengan sistem bagi hasil antara pengelola yang persentasenya telah ditentukan oleh pengelola sesuai dengan keuntungan yang didapat. Dimana keuntungan usaha akan difokuskan persentase pembagian hasil sebagai berikut :
- Pengelola : 65%
- Pengembangan Usaha : 35%
Hasil dari keuntungan pengembangan usaha inilah yang nantinya akan kami gunakankan sebagai modal dalam hal peluasan prospek pemasaran dan pembukaan cabang usaha “Rumput Pegagan Home Industry” lainnya.
c. Aspek Keuangan
1. Proyeksi Pendapatan
Untuk menghitung proyeksi pendapatan diperlukan asumsi-asumsi dasar berupa harga-harga produk olahan yang diperoleh melalui survei pasar dan wawancara langsung, kemudian dilakukan perhitungaan terhadap penjualan produk olahan tiap satuan harga sehingga nantinya akan didapatkan pendapatan yang diharapkan.
Asumsi usaha untuk penjualan sate adalah sebagai berikut :
· Diasumsikan penerimaan yang akan diperoleh dari satu papat tempe rumput pegagan adalah Rp.2.000,00 dengan jumlah penjualan rata-rata 100 papat tempe per hari.
· Diasumsikan penerimaan yang akan diperoleh dari satu kotak teh pegagan 150gr adalah Rp10.000,00 dengan jumlah penjualan rata-rata 25 kotak the pegagan per hari.
· Diasumsikan penerimaan yang akan diperoleh dari satu cup 125gr ice cream pegagan adalah Rp.1.500,00 dengan penjualan rata-rata 100 cup per hari.
Adapun analisis usaha penjualan produk olahan rumput pegagan adalah sebagai berikut :
1. Biaya tetap
a. Sewa ruko per bulan : Rp. 500.000,00
b. Total Gaji 2 orang karyawan per bulan : Rp. 1.400.000,00
c. Freezer (Lemari Es) : Rp. 1.500.000,00
d. Sarana produksi tempe, the & ice cream : Rp.15.000.000,00
Total biaya Tetap : Rp.18.400.000,00
2. Biaya variabel
a. Bahan baku ice cream per bulan : Rp.2.500.000,00
b. Biaya Produksi teh pegagan per bulan : Rp.1.125.000,00
c. Kacang kedelai per bulan : Rp.1.535.000,00
d. Daun pisang per bulan : Rp. 90.000,00
e. Gas per bulan : Rp. 150.000,00
f. Rumput pegagan per bulan : Rp. 200.000,00
g. Cup ice cream per bulan : Rp. 475.000,00
h. Ragi tempe per bulan : Rp. 225.000,00
Total biaya variabel :Rp.6.300.000,00
3. Biaya Penyusutan
a. Freezer (lemari es) : Rp. 50.000,00
b. Sarana Produksi : Rp.500.000,00
Total biaya penyusutan per tahun : Rp.550.000,00
Penyusutan per bulan : Rp.45.833,00
Total Biaya Pengeluaran Per Bulan
· Biaya Tetap :Rp.13.900.000,00
· Biaya Variabel :Rp. 6.300.000,00
· Biaya Penyusutan :Rp. 45.833,00
:Rp.24.745.833,00
4. Penerimaan
Tempe Pegagan
@Rp.2.000,00 x 100 x 30 hari : Rp.6.000.000,00
Teh Pegagan
@Rp.10.000,00 x 25 x 30 hari : Rp.7.500.000,00
Ice Cream Pegagan
@Rp.1.500,00 x 100 x 30 hari : Rp.4.500.000,00
Total Penerimaan :Rp.19.000.000,00
Break Event Point (BEP) Produksi
BEP Produksi = Total Biaya / Harga satuan ke-3 produk / 30 hari
= Rp24.745.833 / Rp10.000+Rp2.000+Rp1.500 / 30
= 61,10 porsi/ hari
Artinya titik balik modal akan tercapai bila volume produksi tempe pegagan, teh pegagan dan ice cream pegagan mencapai 61,10 porsi per hari. Jika targetan ini tercapai maka modal akan kembali dalam waktu satu bulan. Dan selebihnya merupakan keuntungan bersih dari pengelola.
H. METODE PELAKSANAAN
Metode pelaksanaan kegiatan ini berisi langkah-langkah untuk merealisasikan tujuan dari usulan PKM-Kewirausahaan. Langkah-langkah tersebut diantaranya :
1. Lokasi
Inisiasi usaha Rumput Pegagan Home Industry akan dilkukan di Kel. Timbangan, Indralaya Timur, Ogan Ilir ± 2 KM dari kampus Universitas Sriwijaya Indralaya.
2. Persiapan
Kegiatan persiapan yang akan dilakukan meliputi jadwal kegiatan, kegiatan survey pasar, membuat kontrak dengan pemasok rumput pegagan dan pembelian peralatan.
3. Pengumpulan produk
Kerjasama dengan pemasok menggunakan sistem cash, artinya sistem pembayaran langsung dibayarkan secara langsung.
4. Promosi dan pemasaran
Tahapan kegiatan promosi dan pemasaran akan dilakukan sebelum, selama dan setelah program berlangsung.
Sebelum program berlangsung :
· Pembuatan media promosi seperti penyebaran famplet dan spanduk
Selama program berlangsung :
· Tetap melakukan promosi melalui media baik melalui penyebaran famplet dan spanduk
· Mamasifkan kegiatan promosi melalui media internet
· Menjalin kerja sama yang lebih intensif kepada pemasok rumput pegagan yang ada di sekitar lokasi usaha.
5. Pelaporan Kegiatan
Pelaporan kegiatan dilakukan evaluasi dan pertanggungjawaban dalam pelaksanaan kegiatan PKM Kewirausahaan bila usulan ini disetujui. Untuk lebih jelasnya tentang langkah-langkah pelaksanaan program dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Bagan Tahapan Pelaksanaan Program
I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM
Tabel 1. Jadwal Kegiatan Program
No
|
Kegiatan
|
Bulan Ke1
|
Bulan Ke2
|
Bulan Ke3
|
Bulan Ke4
| ||||||||||||
1
|
Konsultasi
| ||||||||||||||||
2
|
Survey alat & bahan
| ||||||||||||||||
3
|
Pembelian bahan
| ||||||||||||||||
4
|
Pembeliat alat
| ||||||||||||||||
5
|
Uji Coba Produksi skala kecil
| ||||||||||||||||
6
|
Studi kelayakan
| ||||||||||||||||
7
|
Riset pasar
| ||||||||||||||||
8
|
Produksi dalam skala usaha
| ||||||||||||||||
9
|
Promosi
| ||||||||||||||||
10
|
Evaluasi
| ||||||||||||||||
11
|
Pembuatan laporan
| ||||||||||||||||
J. Rancangan Biaya
Tabel 2. Rancangan Biaya Investasi
No
|
Nama Bahan
|
Satuan
|
Harga Satuan
|
Total
|
1
|
Sewa Tempat
|
4 bulan
|
Rp 500,000.00
|
Rp 2,000,000.00
|
2
|
Freezer (lemari es)
|
1 buah
|
Rp 1,500,000.00
|
Rp 1,500,000.00
|
3
|
Blander
|
2 buah
|
Rp 200,000.00
|
Rp 400,000.00
|
4
|
Papan pembuatan tempe
|
10 meter
|
Rp 65,000.00
|
Rp 650,000.00
|
5
|
Drum perendaman
|
2 buah
|
Rp 200,000.00
|
Rp 400,000.00
|
6
|
Bakul
|
5 buah
|
Rp 25,000.00
|
Rp 125,000.00
|
7
|
Oven
|
1 buah
|
Rp 350,000.00
|
Rp 350,000.00
|
8
|
Kompor + Gas
|
1 buah
|
Rp 325,000.00
|
Rp 325,000.00
|
9
|
Panci + kuali
|
2 buah
|
Rp 50,000.00
|
Rp 100,000.00
|
10
|
Ember
|
2 buah
|
Rp 15,000.00
|
Rp 30,000.00
|
Total
|
Rp 5,880,000.00
|
Tabel 3. Rancangan Biaya Produksi
No
|
Nama Bahan
|
Satuan
|
Lama Pemakaian
|
Harga satuan
|
Total
|
1
|
Kacang Kedelai
|
90 kg
|
1 bulan
|
Rp 6,500.00
|
Rp 585,000.00
|
2
|
Daun pisang
|
50 ikat
|
1 minggu
|
Rp 2,000.00
|
Rp 50,000.00
|
3
|
Rumput pegagan
|
3 karung
|
1 minggu
|
Rp 50,000.00
|
Rp 150,000.00
|
4
|
Ragi Tempe
|
2 kg
|
1 minggu
|
Rp 30,000.00
|
Rp 60,000.00
|
5
|
Susu Kental Manis
|
35 kaleng
|
1 minggu
|
Rp 9,000.00
|
Rp 315,000.00
|
6
|
Susu bubuk
|
17 kotak
|
1 minggu
|
Rp 30,000.00
|
Rp 510,000.00
|
7
|
Kemasan kotak teh
|
700 kotak
|
1 bulan
|
Rp 2,500.00
|
Rp 1,750,000.00
|
8
|
Gula pasir
|
70 kg
|
1 minggu
|
Rp 10,000.00
|
Rp 700,000.00
|
Total
|
Rp 4,120,000.00
| ||||
Tabel 4. Rekapitulasi Biaya
No
|
Komponen Biaya
|
Jumlah
|
1
|
Biaya Investasi
|
Rp5,880,000.00
|
2
|
Biaya Produksi
|
Rp4,120,000.00
|
Total
|
Rp10.000.000,00
|
Jadi total dana yang dibutuhkan untuk membuat usaha Rumput Pegagan Home Industry adalah sebesar Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).
